Kandungan Kayu Akway

Kajian ilmiah Kayu Bkway
Kayu akway (Drymis sp.) yang merupakan tumbuhan endemik Papua digunakan oleh penduduk setempat secara tradisional sebagai afrodisiak dan diharapkan dapat digunakan sebagai substitusi impor afrodisiak. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikan kayu akway di Papua dan bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian adalah pengujian senyawa steroid melalui ekstrasi dan identifikasi steroid pada akar, batang dan daun Drimys beccariana.

Pemisahan steroid dilakukan dengan teknik kromatografi lapis tipis. Selanjutnya dilakukan pengujian senyawa-senyawa lain seperti uji alkaloid, uji saponin, uji flavonoid dan uji tanin terhadap ekstrak. Hasil yang didapat bahwa tiga jenis Drymis Sp di kawasan pegunungan Arfak Papua pada ketinggian 1200,1600, 2000 dan 2400 m dpl. telah berhasil diidentifikasi dan dideskripsikan, yakni D. Winterii Wine, D. Beccariana Gibbs dan D. Piperita HOOK.

Tanaman kayu Akway tumbuh secara alami di Papua dan tidak cocok untuk diperbanyak dengan stek. Terdapat kandungan bahan aktif yang bersifat afrodisiak dan berdasarkan uji efektifitasnya pada hewan coba, telah menunjukkan pengaruh yang positif http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7146?show=full

 Apa itu Afrodisiak?
Secara umum, Afrodisiak merupakan zat yang dapat digunakan untuk merangsang daya seksual. Berasal dari bahasa Yunani Aphrodite yang berarti dewi cinta Yunani kuno. “Kulit kayu akway kering memiliki banyak khasiat.

Terutama untuk menambah daya tahan tubuh atau stamina tubuh agar tidak lelah.Suku-suku di Papua mengenal kulit kayu akway kering sebagai tanaman obat-obatan dan juga memiliki khasiat untuk mencegah rasa kantuk. Selain itu, obat organik ini aman untuk dikonsumsi oleh siapa pun dan dalam keadaan apapun. http://www.trubus-online.co.id/index.php/topik/6660-dewi-cinta-di-batang-akway.html

Riset tersebut diatas membuktikan akway sebagai afrodisiak. Hasil itu sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang turun-temurun menggunakannya. Pramuda Prakasa—sebut saja begitu—serasa kembali muda bagai pengantin baru. Usianya memang menjelang setengah abad pada tahun ini. Namun, soal “urusan di atas ranjang” Prakasa penuh gairah sejak mengonsumsi rebusan kulit batang akway Drymis sp.

Ayah 4 anak itu mengatakan bahwa gairah seksual lebih kuat dan durasi berhubungan dengan istri pun lebih lama, hingga 30 menit. Singkat kata ia merasa sangat puas. Untuk memperoleh khasiat itu, ia mengambil sejumput serbuk akway, merebus dalam 3 gelas air hingga mendidih, dan tersisa 2 gelas. Prakasa meminumnya dua kali pada pagi dan sore. Pengalaman Pramuda Prakasa sejalan dengan hasil riset praklinis Dr drh Umi Cahyaningsih DVM MS, dosen Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Cahyaningsih memberikan dosis tertentu kepada para kelinci jantan. Efeknya simbol playboy itu benar-benar penuh gairah. Kelinci jantan lebih kerap menaiki pungggung kelinci lain karena gairah seksual meningkat. Ketika Cahyaningsih mengambil serum darah kelinci, terkuaklah penyebab gairah seksual tinggi itu: kadar testosteron yang meningkat signifikan setelah konsumsi ekstrak akway.

Ia belum bisa memberikan peningkatan kadar testosteron dan dosis karena belum mempublikasikan hasil riset  di jurnal ilmiah. “Peningkatan kadar testosteron signifikan, setara ekstrak pasak bumi,” kata Umi Cahyaningsih yang juga anggota Asosisasi Pengobat Tradisional Indonesia itu.
Ahli Andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Prof Dr dr Susilo Wibowo, MS, MED, Sp And, mengatakan bahwa, “Memang ada korelasi antara tingginya kadar testosteron dengan libido.” Kadar tesosteron normal di berbagai belahan dunia memakai angka 260—1.000 ng/dl.
Analisis kimia Obat Kuat Herbal Kayu Akway

Berdasarkan hasil analisis kimia menggunakan GC-MS pada ekstrak etanol kulit batang kayu akway (Drymis sp.) ditemukan 12 senyawa dengan persentase limpahan 0,57-16,72 %. Senyawa dengan persentase limpahan tertinggi yang ditemukan adalah 7,11-Epoksi isogomakron 16,72%; 9,10-Dimetil fenantren (polygodial) 8,12% dan 2,5-Dimetil-3-etilfuran 7,36% (Bermawie et al., 2006).

Menurut Harbone (1987), senyawa dari golongan fenantren dalam kayu akway diketahui mampu meningkatkan produksi hormon pria dan bersifat afrodisiak. Hasil analisis ini mendukung klaim masyarakat mengenai kayu akway sebagai afrodisiak. Penemuan ini baru dan berbeda dengan klaim mengenai efek farmakologis dari polygodial yang diekstrak dari tanaman akway D. winteri.

 Jenis Kayu Akway
Ada tiga jenis Kayu Akway yang telah teruji dan yang biasa digunakan masyarakat Pegunungan Arfak. Pada ketinggian 1200m, 1600m, 2000m dan 2400m dpl (dari permukaan laut), telah berhasil diidentifikasi dan dideskripsikan tiga jenis tersebut, yakni D. Winterii Wine, D. Beccariana Gibbs dan D. Piperita HOOK.

KAYU AKWAY VIAGRA HERBALNYA PAPUA

Citra viagra, yang ditemukan Ferid Murad Farmakolog Amerika Serikat, tentu sebagian besar dari kita sudah mengenalnya. Pil biru viagra yang berbentuk wajik, berfungsi mekanik pengendalian pembuluh darah dalam terapi disfungsi ereksi. Karena sex telah inheren dengan hidup manusia, jadilah iming-iming keperkasaan terus diburu. Termasuk mengintip ramuan mistis Mak Erot. Membesarkan yang kecil.

Sebenarnya banyak disekitar kita yang berfungsi sama dengan viagra, seperti kulit pohon Akway dari pegunungan Arfak Manokwari. Seorang teman yang pernah berkunjung ke Papua bercerita, bahwa rahasia Obahorok kepala suku Dani Papua, melayani 40 istrinya, plus 1 istri bulenya dari Amerika ini – karena akway.

IPB telah meneliti, bahwa akway atau drymis Sp, berkandungan bahan aktif afrodisiak untuk menggenjot syahwat. Sumber 

Cara Mengkonsumsi Kayu akway

Pemakaiannya secara langsung dari batang yang telah dikeringkan, kemudian dikikis bagian dalam kulit tersebut dan dicampurkan pada air minum atau  dengan mengiris halus kulit batang lalu direbus dengan satu gelas air lalu diminum, dengan dosis 2 sendok makan diminum dua kali seminggu.

Kulit dan akar dikikis halus dicampur air, lalu diminum. Sedangkan untuk daun digunakan 2-4 lembar daun, ditumbuk lalu airnya diminum. Untuk anak-anak satu sendok makan dan untuk orang dewasa 6 sendok makan sehari (Pailiang, 2004). Masyarakat Papua biasa menyeduh atau merebus kayu akway dengan air panas kemudian diminum selagi hangat (Cahaya Papua 2007). Untuk lebuh jelasnya anda bisa melihat gambar di bawah ini gambar

Efek dan rekasi mengkonsumsi kayu akway :
  • Badan akan terasa kuat bertenaga
  • Badan akan tersa hangat
  • Badan akan terasa berkeringat sedikit
  • Nafas menjadi lebih ringan
WARNING !
  1. Kayu akway adalah herbal yang sangat keras, sangat ampuh untuk mengobati bronchitis, baca aturan pakai
  2. Sangat baik di konsumsi jika akan mengadakan perjalanan jauh 3.Kami tidak menanggung efek yang akan timbul ketika pria mengkonsumsi Kayu Akway, karena Kayu Akway adalah herbal papua yang sangat dahsyat dalam menjaga stamina dan kejantanan pria

Untuk stamina minum 1 x per 2 hari
Untuk penyembuhan minum 3 x 1 hari

Ciri – ciri kayu akway :

Para pembeli mesti berhati-hati saat membeli kayu akway di pasaran, karena seringkali ditemukan katu akway di campurkan dengan kayu masohi yang tampilan, warna dan baunya mirip. Ciri kayu akway yang asli dan berkualitas bagus :
  • Bentuk kulit akway mirip seperti kayu manis
  • Warnanya kecoklatan
  • Baunya harum mirip kayu manis
  • Jika digigit akan terasa pedas sekali
(hati-hati jika mencoba menggigitnya, jangan kebanyakan karena bisa membuat lidah melepuh)

Manfaat Kayu Akway

Selain sebagai Obat Kuat Herbal, masyarakat Papua sering memanfaatkan  tanaman akway sebagai:

  1. Menyembuhkan sakit pada persendian
  2. Obat kudis
  3. Penambah stamina
  4. Untuk pria
  5. Meningkatkan kejantananpria
  6. Mengatasi mani encer
  7. Lemah syahwat
Bisa juga untuk wanita, tanaman ini bermanfaat untuk :
  1. Mengatur jarak kelahiran
  2. Mengurangi rasa sakit pada saat haid (Sripo lines 2007).

Kayu Akway juga di gunakan untuk membantu penyembuhan penyakit seperti :
  • TBC
  • Pnuemonia
  • Bronchitis

Disamping itu, baik kulit, akar maupun daun dari tanaman baik juga digunakan untuk mengobati demam malaria dan asma

Khasiat Kayu Akway

Apa Itu Kayu Akway?
Kayu akway (Drymis sp)  merupakan tanaman obat yang ditemukan tumbuh di hutan Papua, Australia, Philippina, Afrika dan Amerika Latin, herbal ini  sering digunakan oleh masyarakat Papua, terutama mereka masyarakat Moile  yang berdomisili di kampung Anggra dan Smerbei di pedalaman distrik Miyambouw sebelah Selatan Manokwari (Papua) sebagai

Obat Kuat Lelaki
maupun obat KB tetap untuk wanita dan untuk penyembuhan berbagai macam penyakit .Bagian kayunya mampu menyembuhkan sakit di persendian serta meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh seseorang meski harus berjalan jauh dengan medan yang cukup menantang (Mayu 2007)

Bagian daunnya memiliki aktivitas antibakteri sedang sampai kuat (Parubak 2007). Bagian daunnya memiliki kandungan flavonoid sebanyak 0.3680%, saponin sebanyak 0.1220 %, dan tanin sebanyak 10.33 % (Parubak 2007). Bagian kulit kayu dari tanaman akway juga banyak mengandung flavonoid, saponin, dan tanin (Santosoet al2004).

Obat Kuat Herbal Asli Papua Kayu Akway

Secara turun-termurun masyarakat di Pegunungan Arfak yang terdiri atas 4 suku: Hatam, Meyakh, Moule, dan Sough memanfaatkan akway sebagai bahan alami untuk Jamu Kuat Lelaki yang mampu meningkatkan vitalitas seksual alias afrodisiak. Akway sebagai pembangkit gairah bukan rahasia lagi bagi masyarakat Papua.

Masyarakat setempat juga memanfaatkan kulit batang akway untuk mengobati beragam penyakit seperti bronkhitis, tuberkulosis, demam malaria, pneumonia, diare, dan asma. Untuk memperoleh khasiat akway, mereka mengeringkan kulit batang, lalu merebusnya, dan mengonsumsi hasil rebusan itu. Cara lain, menggigit kulit batang selama perjalanan jauh untuk meningkatkan daya tahan dan stamina.

Petugas teknisi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Wawan Lukman yang mencoba mengikuti petuah kepala adat di Manokwari ketika hendak berangkat ke Arfak. Kepala adat menyodorkan ramuan kulit batang akway berwarna cokelat. Ia meminumnya dengan wadah tempurung kelapa. Wawan mengatakan berjalan kaki selama 9 jam hingga ke dataran tinggi Arfak ia tetap bugar. “Tak terasa capai”. Rekannya, peneliti Balittro, Ir Budi Martono, saat itu tak meminum rebusan akway dan hanya mampu berjalan kaki 4 jam. Di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, Budi akhirnya turun gunung.

Obat Kuat Sehat Ala Kayu Akway

Seperti banyak diceritakan bahwa rahasia Obahorok kepala suku Dani Papua, melayani 40 istrinya, plus 1 istri bulenya dari Amerika - karena khasiat kayu akway. Periset di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), yaitu Dr. Ir. Nurliana Bermawie dan Cahyaningsih,  Agus Herdata dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor dan M Syakir dari Pusat Penelitian Pengembangan Perkebunan yang tergabung dalam tim peneliti akway dalam program Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi menyatakan riset ilmiah membuktikan bahwa akway (Drymis sp) berkhasiat sebagai afrodisiak atau Jamu Kuat Lelaki. Kulit batang berwarna merah dan aromatiknya mampu meningkatkan kadar testosteron dan gairah seksual.

Akway tumbuh di Pegunungan Arfak berketinggian 1.200—2.700 meter di atas permukaan laut. Pegunungan itu terletak di Kecamatan Menyambouw, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Jarak dari Manokwari 25 km ke arah tenggara. Menurut peneliti masyarakat Moule di Kampung Anggra dan Smerbei, Kecamatan Menyambouw, memanfaatkan akway merah besar sebagai obat kuat untuk kaum lelaki.